Ditulis oleh Guy Kawasaki, wawancara dengan Jeffrey Pheffer, seorang profesor Stanford University School of Business
1. T: Apa saja yang dapat menghalangi seseorang untuk memperoleh kekuasaan?
J: Sebagian besar halangan timbul dari diri sendiri. Banyak orang melihat kekuasaan sebagai hal yang tidak adil – bukanlah pihak yang paling layak/berprestasi terbaik yang mencapai kesuksesan, tetapi mereka yang memiliki keterampilan politik terbaik – memutuskan untuk tidak ambil bagian. Yang lainnya menolak untuk berusaha – tanpa kerja keras, kesuksesan bisnis atau karir tidak akan dapat diperoleh, dan beberapa orang tidak bersedia untuk tarik-ulur (misalnya dalam menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga) yang diperlukan dalam upaya untuk mencapai kekuasaan. Ada juga orang-orang yang cenderung untuk menyalahkan halangan daripada diri sendiri, dengan tujuan untuk mempertahankan citra diri yang positif – jika anda tidak benar-benar mencoba, kegagalan hanya berpengaruh sedikit atau tidak sama sekali terhadap kemampuan anda (mungkin anda bisa berhasil kalau betul-betul mencoba).
Beberapa orang seringkali menyerah duluan sebelum memulai. Terkadang kewirausahaan tidak akan berhasil tanpa mengambil resiko, terutama pada tahap awal, sama seperti juga pada karir seseorang. Ironisnya, banyak orang hanya mau mengambil jalan aman – tidak ingin terlalu terlibat dalam mempromosikan diri sendiri, tidak meminta bantuan dan sokongan – tetapi lalu mengambil resiko di kemudian hari. Hal ini tampaknya terbalik – akan lebih masuk akal untuk melaju melampaui batas dalam tahap awal sebuah karir karena kalau gagalpun, hampir tidak ada ruginya.
2. T: Kualitas-kualitas pribadi apakah yang dibutuhkan untuk meraih kekuasaan?
J: Kualitas-kualitas pribadi dibentuk dari “kehendak” (atau hasrat) dan “keterampilan” (kemampuan atau kapasitas). Mungkin ambisi/dorongan adalah hal yang paling penting dalam kualitas “kehendak”. Beberapa tahun yang lalu saya menulis kolom Business 2.0 tentang SuccessFactors di mana CEO-nya, Lars Dalgaard mengambil sebuah produk yang gagal pada penilaian kinerja dan menciptakan sebuah perusahaan yang sangat sukses karane Lars “menolak kegagalan”. Karena merasa terdorong untuk mencapai kesuksesan, Lars bersedia untuk bekerja keras dan mengeluarkan tenaga (kualitas nomor 2) dan bertahan walaupun terkadang mengalami kemunduran (kualitas nomor 3) sampai akhirnya dia berhasil. Selain energi (yang dapat dikembangkan), ketekunan, dan dorongan dan ambisi, kualitas penting lainnya ialah kemampuan untuk memahami orang lain, menempatkan diri sendiri pada posisi mereka dan memahami akar budaya mereka.
Setelah anda mengerti sudut pandang orang lain, anda dapat dengan mudah memprediksi perilaku mereka dan juga mengetahui bagaimana anda dapat membuat mereka beralih ke pihak anda. Kualitas lain yang anehnya langka namun penting adalah kemampuan untuk mentolerir konflik – kebanyakan orang menolak konflik – dan tidak harus disukai oleh semua orang. Setiap pemimpin, atau dalam hal ini orang-orang yang dalam tahap menuju kepemimpinan, harus membuat keputusan-keputusan yang sukar, termasuk keputusan untuk berinisiatif dan memberhentikan seseorang. Bila anda merasa anda harus selalu mendapatkan persetujuan dari semua orang, kemungkinan anda tidak akan bisa melakukan hal-hal yang diperlukan untuk membuat anda – atau dalam hal ini perusahaan anda – mencapai kesuksesan.
3. Q: Apakah sususan dasar untuk mencapai kekuasaan?
J: Pertama-tama, tentukan hal apa saja yang sangat penting bagi anda – tujuan-tujuan anda. Guru marketing keith Ferrazzi berkata, “Memiliki misi sangatlah penting,” dan apa yang dia katakan berlaku pada siapa saja termasuk perusahaan-perusahaan. Selanjutnya, dirikan dewan direksi pribadi atau penasehat-penasehat informal yang bisa, dan akan, mengatakan apapun sejujurnya. Mereka harus dapat menilai kualitas-kualitas yang anda butuhkan untuk mencapat kekuasaan, dan bekerja samalah dengan mereka untuk membentuk rencana pengembangan pribadi untuk meningkatkan kelemahan-kelemahan anda. Cari tahulah posisi yang dapat menjadi landasan untuk menuju kekuasaan. Posisi seperti berikut terletak di sebuah unit yang dapat memecahkan masalah penting, namun belum mencapai banyak visibilitas dan karena ada banyak kandidat berbakat yang ingin bekerja di sana, anda akan menghadapi persaingan yang ketat.
4. T: Bagaimana caranya seseorang bisa membangun reputasi online yang baik?
J: Anda harus gigih dan dapat ditemukan secara mudah di Internet. Saya kenal seorang wanita yang memulai blogging untuk perusahaan manajemen keuangan di tempat dia bekerja karena rekan-rekan kerjanya berpikir bahwa aktivitas semacam itu tidak termasuk dalam pekerjaan sehari-hari mereka (tentu saja blogging tidak termasuk dalam rutinitas mereka). Ketika dia mendapat wawancara pekerjaan di sebuah organisasi internet marketing yang cukup besar, blog-blog yang ditulisnya telah membuka pintu kesempatan karena mereka telah mengetahui jalan pikiran wanita ini. Menulis juga dapat membantu mengembangkan bakat-bakat menulis dan komunikasi – yang dinilai sangat penting dan anehnya, tidak banyak orang yang mempunyai bakat seperti itu.
5. T: Apakah dampak dan kelemahan dari kekuasaan?
J: Salah satu dampak terbesar dari kekuasaan adalah, anda akan selalu di bawah pengawasan. Sebagaimana Mark Hurd yang pernah bekerja di HP, seharusnya mengetahui bahwa ketika anda memiliki kekuasaan, anda tidak akan bisa mengalami hal-hal semacam makan malam pribadi. Semua orang juga bisa membuat kesalahan, tetapi sangat kecil kemungkinan untuk kesalahan-kesalahan tersebut diabaikan atau diampuni bila profil anda berada dalam posisi yang tinggi dan berkuasa. Jadi setelah anda memiliki kekuasaan, anda harus mengorbankan sebagian dari privasi anda dan sebagai akibatnya, sebagian dari kontrol atas hidup anda. Harga lain yang harus dibayar atas kekuasaan ialah upaya besar yang diperlukan untuk mencapai dan mempertahankan kekuasaan.
Tidak ada seorang CEO atau, dalam hal ini, kepala sekolah, pejabat tinggi pemerintah atau para pemimpin organisasi-organisasi non-profit yang tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk bekerja. Satu hari hanya berlangsung selama 24 jam, yang sebagian besar dihabiskan untuk bekerja dan tidak untuk hal-hal lainnya. Dan akhirnya, semakin anda berkuasa, semakin anda menimbulkan kecemburuan dan persaingan. Semakin penting pekerjaan anda, semakin anda perlu kawatir dengan pihak-pihak lain yang mencoba untuk merebut pekerjaan anda. Seperti dikatakan oleh judul buku Andy Grove, Hanya Para Paranoid yang Dapat Bertahan. Anda akan membutuhkan banyak tenaga dan emosi untuk selalu mengawasi saingan-saingan anda, dan tidak semua orang siap untuk melakukan hal itu.
6. T: Apakah kekuasaan harus selalu korup?
J: Tidak selalu, tapi seringkali begitu. Ada bukti penelitian yang menjelaskan bahwa ketika seseorang berkuasa, mereka lebih memperhatikan kebutuhan dan tujuan mereka sendiri dan kurang memperhatikan orang lain. Hal ini menyebabkan orang yang berkuasa percaya bahwa mereka tidak harus mentaati peraturan – kekuasaan menghasilkan disinhibisi dalam perilaku yang manghasilkan rasa iri hati dan persaingan. Semakin besar sebuah pekerjaan, semakin anda perlu kawatir karena orang yang berkuasa berpikir mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Dan akan banyak orang yang mencoba menjilat pihak-pihak di posisi yang berkuasa karena mereka ingin mendapat dukungan dari para penguasa itu. Hasilnya, apapun yang dikatakan para penguasa itu akan selalu dibilang benar dan mereka akan jarang mendengar kritikan. Setelah beberapa saat, mereka akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang benar dan untuk menjaga kelakuan mereka.
7. T: Bagaimana seseorang dapat menpertahankan kekuasaan?
J: Jawaban singkatnya adalah dengan tidak pernah berhenti untuk melakukan apa saja yang membawa anda ke posisi kekuasaan – dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan atasan anda (atau atasan-atasan anda) dan mengakui bahwa anda tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas karir anda – pihak-pihak yang mengendalikan nasib anda juga sama pentingnya. Jack Valenti bekerja sebagai kepala Motion Picture Association of America selama lebih dari tigapuluh lima (35) tahun dan selalu memperhatikan kepentingan-kepentingan atasan-atasannya, kepala studio, dan dengan bekerja keras sepanjang waktu untuk melakukan apapun yang terbaik dalam mewakili MPAA di kongres dan seluruh dunia, bahkan ketika dia mencapai umur 80 tahun. Energi yang dia miliki sangat mengagumkan. Dia tinggal di LA dan dekat Washington, D.C – dan mengatakan bahwa dia telah mengorbankan waktu dengan keluarga karena dia sering melakukan perjalanan bisnis untuk membantu MPAA dan anggota-anggotanya untuk mencapai kesuksesan.
Ketika anda sudah tidak memiliki energi dan tidak lagi ingin mencurahkan perhatian untuk mempertahankan kekuasaan, itulah saatnya anda harus berjejak – karena bagaimanapun juga, anda akan segera dipaksa untuk keluar.

numpang lewat !!!
this is very good. i like this